Senin, 02 April 2012

Makalah Karya Tulis Ilmiah : Syarat-Syarat Judul yang Baik

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Judul merupakan nama yang diberikan kepada sebuah karya tulis, sehingga orang bisa membedakan tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Selain itu, Judul dapat dijadikan cermin yang menggambarkan keseluruhan isi sebuah karya tulis ilmiah. Dengan membaca judul sebuah karya tulis ilmiah orang bisa mendapatkan gambaran tentang isi dan masalah apa yang diteliti. Judul dibuat di halaman atau wajah paling depan, dengan tulisan yang lebih besar pada posisi yang mudah dibaca. Banyak karya tulis yang sebenarnya isinya sudah bagus, tetapi sayang pemberian judulnya asal jalan saja. Hal ini disebabkan karena penulis mencari mudahnya. Atau penulis pemula memang belum memahami pembuatan sebuah judul tulisan yang baik. Kadang juga Judul karya tulis ilmiah sering sukar dipahami. Selain panjang juga memakai diksi yang asing di telinga. Maka tak heran karya tulis ilmiah jarang dibaca. Karya tulis ilmiah nyaman di dunia sendiri. Eksklusif. Persepsi ini mesti kita revisi. Karya tulis ilmiah memang bukan karya tulis populer. Namun tidak berarti membuat karya tulis ilmiah harus sepi peminat. Iman Santoso, ahli pendidikan, berucap orang pintar membuat hal rumit jadi gampang. Tapi orang sok pintar membuat hal gampang jadi rumit. Karya tulis ilmiah pasti akan selalu berbasis pada metodologi ilmiah. Namun, akademisi harus mulai lentur dan fleksibel. Termasuk dalam memilih judul karya tulis ilmiah. Sebagai mahasiswa memang kita dituntut professional dalam menjalani masa studi dan dalam mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh bapak / ibu dosen baik berupa makalah ataupun karya ilmiah. Hal itulah yang melatarbelakangi kami membuat makalah ini agar para pembaca, terkhusus kepada mahasiswa dapat lebih mengerti dan paham syarat-syarat judul karya ilmiah tang baik. B. Tujuan Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini Untuk mengetahui lebih dalam tentang syarat-syarat judul karya ilmiah yang baik dan benar, kemudian secara khusus penelitian ini bertujuan: 1. Sebagai Pemenuhan tugas makalah mata kuliah Karya Tulis Ilmiah. 2. Sebagai bahan diskusi mata kuliah Karya Tulis Ilmiah. C. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan judul? 2. Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah? 3. Apa syarat-syarat judul karya ilmiah yang baik dan benar? BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Judul Judul adalah suatu kalimat singkat dan padat yang menggambarkan isi suatu ulasan/karya tulis. Judul diberikan kepada sebuah karya tulis, sehingga orang bisa membedakan tulisan yang satu dengan tulisan yang lain. Judul juga biasa disebut kepala karangan yang dimuat pada halaman atau wajah paling depan, dengan tulisan yang lebih besar pada posisi yang mudah dibaca. B. Pengertian Karya Ilmiah Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empirik. Menurut Dr. H. Endang Danial AR., M.Pd. (2001:4) bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah. Tata cara ilmiah adalah suatu sistem penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data untuk memberikan alternatif pemecahan masalah tertentu. Sedangkan Djuroto dan Bambang (2003:12-13) bahwa karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, tes laboratorium ataupun kajian pustaka. Maka dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah. Pemikiran ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris. Logis artinya masuk akal, sedangkan empiris adalah dibahas secara mendalam, berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan (dapat dibuktikan). C. Syarat-Syarat Judul Karya Ilmiah yang Baik dan Benar Judul merupakan cermin dari keseluruhan isi sebuah karya tulis ilmiah. Dengan membaca judul sebuah karya tulis ilmiah orang bisa mendapatkan gambaran tentang isi dan masalah apa yang diteliti. Dalam membuat judul seharusnya memenuhi syarat-syarat judul yang baik. Berbicara tentang judul yang baik sebenarnya sama dengan membahas sebuah ide atau gagasan yang baik untuk dijadikan karya ilmiah. Artinya kalau ide atau gagasan yang akan diwujudkan dalam sebuah karya ilmiah itu memenuhi syarat sebagai ide yang baik maka secara otomatis judul karya ilmiah akan baik. Atau sebaliknya kalau ada judul karya ilmiah yang baik tentu itu muncul dari gagasan atau ide yang baik pula. Adapun syarat-syarat umum judul karya ilmiah yang baik dan benar adalah sebagai berikut. 1. Original dan asli Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya. 2. Singkat, jelas dan berbobot Judul karya tulis ilmiah terkenal dengan kepanjangan judul bak kereta api. Kalau ada judul yang lebih ringkas mengapa harus pakai yang lebih panjang. Menjadi ringkas penting agar pembaca tidak ribet saat disodori karya tulis. Usahakan jumlahnya tidak lebih dari 25 kata. Judul penelitian harus singkat karena menggambar efektivitas dan efisiensi. Judul jangan terlalu panjang karena membingungkan, dan membuat orang berfikir panjang tentang apa fokus penelitiannya. Bila harus membuat judul yang panjang, ciptakanlah judul utama yang singkat dengan judul tambahan yang panjang. 3. Harus sesuai dengan topik penelitian Judul yang baik harus merupakan perwujudan dari topik penelitian. Pembaca akan dapat mengetahui atau membayangkan isi dari penelitian, teori yang digunakan, metodologi yang dipakai. Misalnya judul “Pengaruh Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Padi Pada Musim Kemarau di Jombang Jawa Timur”. a. “Pengaruh a terhadap b” kata pengaruh menunjukkan metode yang digunakan adalah regresi sederhana atau korelasi sederhana, dengan tambahan pembahasan misalnya deskriptif demografik responden, deskriptif jawaban responden, grafik dan lain-lain. b. “Pengaruh Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Padi Pada Musim Kemarau” menunjukkan dua variabel yang diteliti yaitu “Pengaruh Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Padi” (Variabel X, independen variabel) dan “Pada Musim Kemarau” (Variabel Y, dependen variabel) 3) “Di Jombang Jawa Timur” menunjukkan studi kasus yang diteliti, dibatasi hanya terjadi di Jombang Jawa Timur. 4. Tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku Judul penelitian/karya tulis ilmiah berbeda dengan judul-judul koran atau headline suatu majalah yang begitu bombastis dan provokatif agar laku dijual. Judul juga tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku seperti norma agama, sosial, budaya, dan etika, misalnya adanya unsur penghinaan terhadap kelompok, agama atau Nabi tertentu. Judul yang mengandung kata yang tidak sopan juga dilarang. 5. Tidak menimbulkan interpretasi ganda Misalnya judul “Menelusuri Kebijakan Presiden yang Baru”. judul ini banyak menimbulkan prasangka yang berbeda bagi pembaca sehingga membuat pembaca kebingungan, apakah yang dimaksud adalah kebijakan yang baru atau presiden yang baru. 6. Tidak provokatif Judul penelitian haruslah netral dan hanya merupakan dugaan, yang kemudian diteliti dengan menjunjung tinggi nilai ilmiah yang tinggi dan tidak memihak atau mengarahkan pembaca. 7. Bukan merupakan kalimat tanya Bila menggunakan kalimat tanya ini adalah judul yang tidak lazim, sangat jarang ditemui karena ini dapat menggambar keraguan dari peneliti. Misalnya Judul “Analisis pengaruh cover majalah terhadap minat baca?” perhatikan tanda tanya menunjukkan keraguan (Sumber: Usman Rianse dan Abdi. Metodologi Penelitian sosial dan ekonomi (2008:44), diolah). Adapula syarat-syarat judul yang terkhusus pada karya ilmiah populer seperti artikel pada koran atau majalah. Adapun syarat-syaratnya dijelaskan sebagai berikut. 1. To the point. Yes, straight to the point! Langsung ke sasaran inti gagasan. Judul karya ilmiah populer harus mencerminkan inti gagasan tulisan yang dibahas. 2. Singkat dan padat. Judul karya ilmiah populer harus ringkas dan padat. Misal "Pemimpin Tanpa Huruf N". Judul ini singkat tapi sarat makna. 3. Memancing rasa ingin pembaca. Misal “Suti Karno Hamil”. Padahal saat pembahasan suti karno hamil dalam film terbarunya. Nah, judul karya ilmiah populer demikian pasti akan menimbulkan tanda tanya. Lalu, memancing pembaca untuk membaca karya tulis. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, sehingga bisa terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya. Judul hanya menyebut ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari karya itu, sehingga pembaca sudah dapat membayangkan apa yang akan diuraikan dalam karya itu. Ada judul yang mengungkapkan maksud pengarang, misalnya dalam sebuah laporan eksposisi, contohnya : “Suatu Penelitian tentang Korelasi antara Kejahatan Anak-anak dan Tempat Kediaman yang Tidak Memadai”. Banyak orang beranggapan bahwa topik = judul. Topik merupakan pokok yang akan diperikan atau masalah yang akan dikemukakan. Judul adalah nama karya tersebut. Tema lebih luas lingkupnya dan biasanya lebih abstrak, tema dapat dibagi-bagi menjadi beberapa topik. Dari topik dapat muncul judul-judul. Untuk merumuskan dan membuat judul yang baik dan benar memerlukan beberapa langkah sebagai berikut. 1. Tulisan yang Dianggap Paling Menarik Tahapan awal menulis judul yaitu tulis yang paling menarik, yang dianggap dapat menyedot perhatian banyak pembaca. Jangan ragu-ragu tulis saja. Manjakan bayangan-bayangan tulisan yang sedang dan akan kita garap dengan menulis judul sesuai selera waktu menulis. Sekali lagi jangan ragu. Tulis saja. 2. Judul Awal Bukan Hal yang Final Seiring proses penulisan dari satu alinea ke alinea lainnya, terkadang terjadi pergeseran makna. Substansi tulisan tidak hanya satu jalur. Bisa merembet pada masalah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan banyak kasus seperti ini. Jika saat menulis judul pertama kali, kata-kata apa saja harus ditulis bagus, maka pada tingkat kedua harus dilakukan perubahan judul sesuai perjalanan tulisan kata lainnya. Judul awal bukanlah hal yang final kalau terjadi perubahan isi. Sekarang kita baca langkah ketiga. 3. Jika Timbul Judul-judul Lain Satu judul yang sedang kita rampungkan, tidak jarang beranak dan menjurus pada dualisme judul atau lebih. Apa yang harus kita lakukan? Jangan terlalu panik. Kepanikan menyebabkan frustasi. Akhirnya tidak percaya diri bahwa kita mampu menulis. Kalau menemukan kenyataan ada judul baru timbul, pilih yang paling mudah, kondisikan dengan referen yang tersedia, dengan kemampuan kita. Selesai memutuskan judul (yang pertama, kedua, ketiga…..), segera “matikan” judul lainnya. “Kunci” sementara untuk lain waktu dibuka kembali supaya sebuah tulisan segera rampung atau matang dan tidak mengambang. 4. Meminjam Istilah yang Sedang Ngetrend Istilah yang sedang ngetrend pasti lagi banyak dibicarakan banyak orang. Cara ini sangat efektif menyapa emosi pembaca, membangkitkan gairah membaca isi tulisan. Sumbernya entah dari judul film, iklan, atau pernyataan tokoh berpengaruh. Beberapa waktu lalu sebuah judul film yang dibintangi Dian Sastro Wardoyo begitu mengemuka, “Ada Apa Dengan Cinta”. Sebelumnya lagi nyanyian Joshua “Diobok-obok”. Kita bisa memanfaatkan kepopuleran istilah-istilah itu. Dengan membubuhkan pesan yang akan disampaikan. “Ada Apa Dengan….”. Titik-titik diisi dengan nyawa tulisan (pesan). Misal, “Ada Apa dengan RUU Penyiaran, Ada Apa dengan Anggota Dewan, Ada Apa dengan Pemilihan Gubernur, Kehormatan Rakyat Diobok-obok,” dan seterusnya. 5. Gaya Mempengaruhi Salah satu penulisan judul yang efektif dengan cara nada mempengaruhi. Para akademisi sering mangatakan gaya mempengaruhi dengan sebutan persuasif, kita petik sebuah contoh dari makalah yang ditulis AS. Haris Sumandria, mantan Redaktur Bandung Pos (Alm). Topik :Keuntungan Mengikuti Pendidikan Retorika Judul :Tanpa Retorika Kita Tak Berdaya Dengan memberikan judul “Tanpa Retorika Kita tak Berdaya”, Pak Haris memaparkan, ada dua keuntungan (tujuan) yang ingin dicapai dari penulisan judul itu. Pertama, secara umum mempengaruhi massa. Kedua, lebih khusus lagi yaitu, meyakini berbagai manfaat retorika sekaligus menggiring pembaca untuk mengikuti kursus pelatihan komunikasi di lembaga tempat ia beraktivitas. 6. Hindari judul yang panjang Umumnya para pembaca lebih menyukai judul dengan menggunakan kalimat pendek atau efektif, kalimat jelas dan singkat serta tidak memerlukan banyak kata. Panganut (peminat) judul pendek biasanya menulis judul tidak lebih dari enam kata. Misal, “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi”. Sebenarnya penulisan judul dapat pula dilakukan dengan memanjangkan kata kata tambahan. Lazimnya kata-kata tambahan diberi tanda kurung. Berikut ini pemanjangan dari judul pendek di atas. “Agar Komunis Tidak Bangkit Lagi” (Upaya Pencegahan Dampak Negatif Paham Komunis Melalui Pendekatan Ekonomi yang Islami). Jadi, penulisan judul boleh pendek, boleh panjang. Disesuaikan, patutkan dengan selera sendiri, redaktur atau pembaca. 7. Sesuai Isi Urutan ketujuh inilah yang paling prinsipil. Harga mati. Apa pun gaya tulisan, dengan pendekatan apa saja, penulisan judul harus mencerminkan kandungan isi tulisan. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Judul adalah suatu kalimat singkat dan padat yang menggambarkan isi suatu ulasan/karya ilmiah. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, dan atau bukti-bukti empiric. Adapun syarat-syarat judul yang baik dan benar adalah original dan asli, singkat, jelas dan berbobot, harus sesuai dengan topik penelitian, tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku, tidak menimbulkan interpretasi ganda, tidak provokatif, dan bukan merupakan kalimat tanya. B. Saran a. Sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita menjadi insan yang mandiri, kreatif, dan bermoral agar terciptanya insan yang dapat memajukan negeri ini; b. Dalam membuat karya tulis ilmiah, usahakanlah untuk menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti; c. Teori yang dikaji dalam sebuah makalah harus tersusun secara sistematis agar pembaca dapat mengerti teori yang dikaji oleh penyusun; d. Sebagai mahasiswa, seharusnya kita menerapkan syarat-syarat judul karya ilmiah yang baik dalam pemenuhan tugas karya ilmiah. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. Syarat Judul Karya Ilmiah. (Online), (www.wikipedia.com, diakses tanggal 29 September 2011) Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2003. Menulis Artikel & Karya Ilmiah. Bandung: Remaja Rosda Karya Hilmi, Akhyat. 2009. Pemilihan Judul, Tinjauan Pustaka, dan Outline Karya Ilmiah. (Online), (www.google.com, diakses tanggal 29 September 2011) Hilmy, Aqilal. 2011. Pemilihan Judul Karya Ilmiah. (Online), (www.aqilalhilmy.blogspot.com, diakses tanggal 29 September 2011) Pateda, Mansoer dan Yenni P. Palubuhu. 1993. Bahasa Indonesia Sebagai Mata Kuliah Dasar Umum. Surabaya: Nusa Indah Sudjana, Nana. 2001. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah: Makalah-Skripsi-Tesis Disertasi. Jakarta: Sinar Baru Algesindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar