Senin, 02 April 2012

Makalah Tentang Globalisasi : Era Globalisasi dan Pengaruhnya dalam Bidang Ekonomi, Politik, dan Sosial-Budaya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latar belakang sehingga mengambil tema mengenai era globalisasi, yaitu karena saya melihat kebanyakan konflik antara negara tidak terlepas dari pengaruh era globalisasi. Tidak hanya itu globalisasi juga mempengaruhi seluruh kegiatan ekonomi, politik, dan sosial hingga melintasi batas-batas negara serta meningkatkan ketergantungan kita satu sama lain, baik dalam arus perdagangan, investasi, keuangan, migrasi dan kebudayaan, sehingga batas antara persoalan-persoalan dalam negeri dan persoalan-persoalan global menjadi kabur. “Globalisasi” satu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, tetapi apakah kalian tahu arti globalisasi itu sendiri? Mungkin tidak sedikit dari kalian yang belum tahu arti globalisasi, utamanya masyarakat awam yang mungkin tidak mempersoalkan hal ini. Hal itu terjadi karena sedikitnya atau bahkan tidak ada sama sekali wawasan anda mengenai globalisasi ini. Itulah sebabnya saya mengangkat tema ini agar kalian mengetahui lebih dalam apa arti globalisasi. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang diangkat pada karya tulis ilmiah ini, yaitu mencakup beberapa permasalahan-permasalahan sebagai berikut. 1. Apa pengertian globalisasi? 2. Aspek-aspek apa sajakah yang termasuk dalam cakupan globalisasi? 3. Bagaimanakah proses globalisasi? 4. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh globalisasi dalam bidang ekonomi, politik dan sosial-budaya? 5. Apa saja peluang serta tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi bagi bangsa Indonesia? 6. Bagaimana cara menyikapi tantangan dari globalisasi bagi bangsa Indonesia? C. Tujuan Penulisan Tujuan utama pembuatan karya tulis ilmiah dengan tema “Era Globalisasi” ini, yaitu untuk menjawab atau memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada dalam rumusan masalah. Tidak hanya itu tujuan pembuatan karya tulis ilmiah ini yaitu agar pembaca dapat memahami hakikat globalisasi serta mampu bersikap kritis terhadap dampak yang ditimbulkan oleh globalisasi, khususnya dalam bidang ekonom, politik dan sosial-budaya. Dan yang harus kita ingat bahwa kita yang mengendalikan globalisasi bukan globalisasi yang mengendalikan kita. D. Manfaat Penulisan Manfaat bagi pembaca setelah membaca karya tulis ilmiah ini adalah tidak lain dapat menambah wawasan pembaca mengenai hakikat globalisasi dengan cara mengetahui dan memahami lebih dalam arti globalisasi. E. Sistematika Penulisan BAB I : Pendahuluan, meliputi: latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat dan sistematika penulisan karya tulis ilmiah. BAB II : Kajian teori, meliputi: pengertian dan globalisasi. BAB III : Metododologi penulisan, meliputi: jenis tulisan,objek tulisan, pengumpulan data, dan prosedur penulisan. BAB IV : Pembahasan, meliputi: - pengertian globalisasi - proses globalisasi - dampak-dampak globalisasi - menyikapi dampak globalisasi bagi bangsa indonesia menyikapi peluang dan tantangan globalisasi BAB V : Penutup, meliputi kesimpulan dan saran. BAB II KAJIAN TEORI A. Definisi Globalisasi Ada dua definisi mengenai globalisasi secara umum, yaitu: a. Globalisasi berhubungan dengan peningkatan kesalingterkaitan antarbangsa dan antarmanusia diseluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya, dan bentuk-bentuk interaksi lainnya. b. Globalisasi mengacu pada keserbaragaman hubungan dan kesalingterkaitan antara Negara dan masyarakat yang membentuk sistem dunia modern. Globalisasi adalah proses di mana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain. Istilah globalisasi pertama kali diperkenalkan oleh Theodore Levitt tahun 1985. Istilah itu semula digunakan untuk manunjuk pada politik-ekonomi, khususnya politik perdagangan bebas, dan transaksi keuangan. Menurut Wikipedia, tidak definisi baku tentang globalisasi. Banyak definisi tentang globalisasi, ad yang mirip, ada pula yang berbeda. Itu karena orang melihat dengan sudut pandangnya masing-masing. Orang yang mendukung globalisasi (terutama mereka yang paling merasakan manfaatnya) mendefinisikan globalisasi secara positif; mereka melihat globalisasi sebagai suatu proses yang membawa penduduk bumi menuju suatu tatanan hidup yang lebih baik. Sedangkan orang yang antiglobalisasi melihat globalisasi sebagai ancaman bagi Negara-negara yang sedang berkembang; mereka melihat globalisasi sebagai sebuah proyek segelintir pemilik modal (kapitalis) dalam bentuk paling canggih, yang diusung oleh Negara-negara adikuasa. Tetapi menurut John J. Sweeney, yang harus dilihat di sini bahwa globalisasi sekarang harus dibentuk kembali agar sesuai dengan nilai-nilai masyarakat yang lebih luas, bukan hanya nilai-nilai pemilik modal. Meskipun begitu, menurut Ali Alatas, Mantan Menteri Luar Negeri RI, setiap bangsa, negar, dan lembaga internasional, tanpa terkecuali harus menyesuaikan diri pada konstelasi global yang telah berubah dan yang sedang terus berubah sedemikian drastisnya. Dan tak terelakkan, perubahan-perubahan tersebut memunculkan aneka ragam tantangan dan sekaligus peluang baru bagi Indonesia di masa yang akan dating. Susilo Bambang Yudhoyono berpendapat bahwa bangsa yang cerdas dalam era globalisasi bukanlah bangsa yang terus mengeluh, menyerah dan marah, tetapi bangsa yang mampu mengalirkan sumber-sumber kesejahteraan yang tersedia di arena global. Teknologi, modal atau informasi, semua kita gunakan dengan baik guna menungkatkan kesejahteraan dan kepentingan kita. Jangan mau menjadi orang yang kalah. Mari kita menjadi pemenang dalam globalisasi ini. B. Cakupan Globalisasi Dari pengertian yang telah dijelaskan di atas, globalisasi tidak hanya proses yang berkaitan dengan ekonomi. David Held, dkk mengidentifikasikan empat aspek globalisasi, yaitu: a) Seluruh kegiatan politik, sosial, ekonomi melintasi batas-batas Negara; b) Globalisasi meningkatkan ketergantungan kita satu sama lain dengan meningkatnya arus perdagangan, investasi, keuangan, migrasi, dan kebudayaan; c) Sistem-sistem transportasi, informasi dan komunikasi yang baru dan seba canggih berarti bahwa ide, barang, informasi, modal, dan orang bergerak lebih cepat; d) Itu berarti bahwa peristiwa-peristiwa yang secara geografis jauh memiliki dampak dan pengaruh yang besar bagi hidup kita. Bahkan perkembangan-perkembangan local membawa dampak global yang luar biasa. Batas antara persoalan dalam negeri dan persoalan global menjadi kabur. Selain itu, Arjun Appadurai mengidentifikasikan 5 (lima) tipe kesalingterkaitan global, yaitu: 1) Ethnoscapes: yaitu, pergerakan manusia, termasuk turis, imigran, pengungsi, dan pebisnis melintasi Negara 2) Financescapes: yaitu, aliran uang yang melintasi sekat-sekat Negara. Hal ini terjadi berkat pasar uang, tukar-menukar saham, dan obligasi, serta pasar komoditas yang semakin sibuk antar Negara setiap hari dan bahkan setiap detik. 3) Ideoscapes: yitu, penyebaran gagasan dan ideology politik yang mendunia. Sebagai contoh, Green Peace telah menjadi gerakan lingkungan yang mendunia. 4) Mediascapes; yaitu, penyebaran lintas Negara gambar-gambar media di layar computer, Koran televise dan radio. 5) Technoscapes: yaitu, penyebaran teknologi keseluruh penjuru dunia. Sebagai contoh. Revolusi Hijau(Green Revolution) dalam bidang pertanian (khususnya padi), yang marak dipraktikkan di berbagai Negara berkembang sekarang ini, merupakan hasil penemuan Negara-negara Barat. Dapat disimpulkan, bahwa globalisasi itu mencakup banyak segi. Globalisasi an sosial-budaya. Memang yang paling kelihatan adalah dimensi ekonomi. Di media kita sering mendengar tentang berita perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi melintasi batas-batas negara. Perusahaan-perusahaan ini mempengaruhi proses produksi dan penyebaran tenaga kerja global. Tetapi, itu tidak berarti globalisasi melalui gejala ekonomis. BAB III METODOLOGI PENULISAN A. Jenis Tulisan Karya tulis ilmiah ini disusun dengan metode-metode pengembangan pola deskripsi, dalam pola pengembangan ini, globalisasi diuraikan atas bagian-bagiannya secara mendetail yang berisikan fakta-fakta dan opini-opini sehingga membentuk sebuah paragraph yang koheran, logis dan sistematis. B. Objek Penulisan Penyusunan karya tulis ilmiah ini memiliki sasaran (objek) utama, yaitu siswa. Karena selain untuk menunjang mereka dalam belajar, karya tulis ilmiah ini juga dapat memperluas wawasan siswa mengenai hakikat globalisasi. Tidak hanya siswa, tetapi guru juga menjadi sasaran lain dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Karya tulis ilmiah ini dapat menjadi referensi dalam mengajar selain dari buku-buku yang telah ditentukan menurut kurikulum atau hanya sekadar buku pegangan. C. Pengumpulan Data Informasi dan data-data diperoleh melalui buku yang menjadi referensi utama, melalui wawancara kepada narasumber yang memiliki profesi yang berbeda agar opini-opini yang ada dapat mewakili berbagai macam pandangan seseorang mengenai globalisasi, tidak hanya itu internet juga berperan dalam melengkapi data-data dan informasi yang sulit ditemukan. D. Prosedur Penulisan Pembuatan karya tulis ilmiah dilakukan setelah data-data dan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini telah terkumpul. BAB IV PEMBAHASAN A. Pengertian Globalisasi Masyarakat melihat proses globalisasi secara berbeda, Meskipun begitu ada satu hal di mana mereka harus sepakat. Yaitu, globalisasi tidak bisa dielakkan. Suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, proses globalisasi itu sudah terjadi dan mempengaruhi kita sekarang ini. Para pendukung globalisasi ingin agar proses ini jalan terus. Sedangkan mereka yang mengkritik atau antiglobalisasi agar proses globalisasi ditata ulang, dikoreksi dan dikendalikan; alasannya, karena tiga perempat dari penduduk bumi tidak menikmati manfaat dari proses globalisasi. Itulah gagasan dasar dibalik demonstrasi antiglobalisasi di seluruh pelosok dunia yang marak akhir-akhir ini. Kita bangsa Indonesia pun tidak bisa mengelak dari proses globalisasi. Kita telah merasakan dampaknya, globalisasi adalah proses yang nyata. Bagi bangsa Indonesia, globalisasi mengandung peluang sekaligus ancaman. Di satu sisi, globaluisasi membawa peluang untuk hidup sejahtera. Di sisi lain, globalisasi juga membawa ancaman yang perlu dipahami dengan sikap mental positif, sebagai tantangan. Dengan demikian, yang penting adalah bagaimana menghadapi gobalisasi supaya bvisa memanfaatkan peluang dan dapat mengatasi tantangan. Karena itu, globalisasi bisa dipahami sebagai suatu proses kesalingterkaitan dan kesalingtergantungan antara negara yang tidak bisa dielakkan dalam segala bidang (ekonomi, politik, dan sosial-budaya), yang membawa peluang sekaligus tantangan. Menurut Muh. Firdaus Burhan, salah satu siswa SMA Negeri Khusus, globalisasi adalah suatu era di mana tidak ada sekat lagi antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Menurut Jumarni, guru SMP Negeri 1 Binamu, globalisasi adalah suatu masa di mana terjadi perubahan secara menyeluruhya yang kita rasakan baik langsung maupun tidak langsung yang mau tidak mau kita harus menjalaninya utamanya sebagai bagian dari bangsa di dunia. Menurut Sarnia. S, siswi SMA Negeri Khusus, globalisasi adalah proses salingterkaitan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain yang membawa hambatan dan tantangan serta dampak-dampak dari berbagai bidang, baik positif maupun negative. Menurut Nur Tamin, siswa SMA Negeri Khusus, globalisasi adalah suatu keadaan yang ditandai dengan semakin majunya berbagai aspek-aspek kehidupan yang terjadi secara menyeluruh. B. Proses Globalisasi Hubungan antarbangsa di dunia telah ada selama berabad-abad. Hubungan itu berkembang dengan sangat pesat sejak abad ke-20. Benih-benih globalisasi menurut Wikipedia, telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antara negara skitar tahun1000 dan 1500 M. saat itu para pedagang dari Cina dan India menelusuri negeri lain melalui jalan darat (seperti jalur sutera) dan jalan laut. Tujuan mereka adalah berdagang. Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan yang meliputi Jepang, Cina, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, Pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesa dan Gonoa. Selain membentuk jaringan dagang, mereka juga menyebarkan agama Islam, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial, dan budaya arab. Fase berikutnya adalah eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa: Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda. Hal ini terjadi Karen adanya revolusi industry di Eropa. Industry membutuhkan bahan baku dan bahan mentah. Dan itu bisa didapatkan di Negara-negara Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Inilah fase penjajahan. Di sisi lain halini meningkatkan keterkaitan antarbangsa di dunia. Berbagai teknologi ditemukan dan menjadi dasar perkembangan teknologi saat ini, seperti computer dan internet. Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bajhan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesi, misalnya, sejak politik pintu terbuka, perusahaan-perusahaan Eropa membuka cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unilever dari Belanda, British Pretoleum dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan–perusahaan seperti ini menjadi symbol globalisasi hingga saat ini. Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin berakhir dari komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan member pembenaran, bahwa kapitalisme adalah ja lan tebaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia. Dampak lanjutnya, Negara-negara di dunia ini mulai menyediakan diri sebgai pasar yang bebas. Hal ini didukung juga dengan perkembangan teknologi komunikasi , informasi dan transportasi. Alhasial sekat-sekat antara negara pun kabur. Perubahan tersebut membawa masyarakat dunia pada sebuah kesadaran baru, bahwa dunia kita adalah satu. Dunia kita ibarat sebuah desa kecil yang saling berdekatan dan saling bergantung, sebuah desa global (Global Village). Bahkan ada yang menyatakan bahwa, “untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan tak pernah lagi terpisah. Proses globalisasi meningkat sangat pesat sejak abad ke-20. Mengapa? Ada bebrapa factor yang menyebabkan peningkatan pesat proses globalisasi itu, yaitu: a. Berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi b. Berkembang pesatnya perusahaan-perusahaan transnasional. Berkembang pesatnya teknologi komunikasi dimungkinkan oleh sarana-prasarana teknologi dan komunikasi dunia. Di Negara-negara yang sarana dan prasarana komunikasinya sangat berkembang, di setiap rumah dan kantor dilengkapi dengan telepon, mesin fax, televisi kabel dan digital, mail elektronik dan internet. Internet adalah sarana komunikasi yang paling cepat perkembangannya. Pada tahun pertengahan 1998, 140 juta orang menggunakan internet. Jumlah itu bertambah hamper lima kali lipat pada tahun 2001, dimana jumlahnya lebih dari 700 juta orang. Teknologi canggih ini membuat ruang dan waktu semakin sempit. Menjamurnya penggunaan internet dan telepon genggam mempercepat proses globalisasi. Semakin banyak orang yang terhubung dengan teknologi tersebut,. Bahkan, hal itu terjadi sampai kampong-kampung terpencil yang sebelumnya tidak bisa dibayangkan. Perkembangan pesat taknologi informasi dan komunikasi mempercepat aliran informasi dari berbagai belahan dunia. Setiap hari media global menyajikan beruta, gambar, dan informasi ke rumah-rumah. Hal itu memudahkan kita menyaksikan secara langsung dan terus menerus apa yang terjadi di luar negeri. C. Dampak-Dampak Globalisasi Dampak Globalisasi Di Bidang Ekonomi Globalisasi menjadikan Negara-negara diseluruh dunia sebagai kekuatan pasar yang makin menyatu tanpa rintangan batas teritorial Negara. Maka, keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional semakin erat. Secara umum,globalisasi mempengaruhi perekonomian melalui dua hal : a. Melalui perdagangan internasional dalam bentuk ekspor dan impor. Globalisasi perdagangan dalam satu pihan akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara bersaing, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk mancanegara ke pasar dalam negeri. b. Melalui arus modal dalam bentuk pinjaman dan investasi antara negara. Bagaimana persisnya dampak globalisasi dalam bidang ekonomi? Mengenai hal itu, kita bisa memahaminya secara sederhana melalui table berikut. Tabel tersebut menggambarkan beberapa di antara banyak waralaba asing di Indonesia. Sejumlah Waralaba Asing Di Indonesia Nama Jenis Usaha Perusahaan Asal Negara Jumlah Gerai Pizza Huts Kedai Pizza PT. Sarimelati Kencana Amerika Serikat 95 McDonald’s Restoran Burger dan Ayam PT. Ramaco Gerbang Mas Amerika Serikat 110 Kentucky Fried Chicken Restoran Ayam PT. Fastfood Indonesia Amerika Serikat 237 Dunkin Donut Kedai Onat PT. Dunkindo Lestari Amerika Serikat 100 Hard Rock Kafe Kafe PT. Hasta Rahayu Citra Amerika Serikat 2 Planet Hollywood Kafe PT. Planet Dwimas Amerika Serikat 1 Breadtalk Roti PT. Talkindo Selaksa Anugerah Singapura 19 Starbucks Coffe Kedai Kopi PT. Sari Coffe Indonesia Amerika Serikat 60 Coffe Bean Kedai Kopi PT. Tiga Satu Tiga Dwima Amerika Serikat 7 Fish & Co Restoran Seafood PT. Gading Food Singapura 3 MU Bar & Restaurant Restoran dan Bar Manchester United Food & Beverage Singapura 1 Wendys Restoran Ayam PT. Wendy Citarasa Amerika Serikat 22 Breadstory Roti PT. Multi Pangan Asia Malaysia 4 Daily Bread Roti PT. Adirasa selaras Abadi - 20 Hoka-Hoka Bento Restoran Jepang PT. Eka Bogainti Jepang - Sogo Department Store Ritel Fashion PT. Panen Lestari Internusa. Jepang 6 Perwujudan nyata globalisasi ekonomi antar lain dalam bentuk-bentuk berikut. a. Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai Negara. b. Globalisasi Pembiayaan. Perusahaan Global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau berinvestasi di seluruh Negara di dunia. c. Globalisasi tenaga Kerja. Perusahaan Global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai dengan kelasnya, seperti pengguna staf professional yang memiliki pengalaman internasionalatau buruh kasar yang biasa ditemukan di negara berkembang. Itu berarti pergerakan manusia semakin mudah dan bebas. d. Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu Negara dengan mudah dan cepat memperolah inforamasi dari negar-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain, TV, radio, media cetak. Jaringan komunikasi yang semakin maju membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan duni untuk barang yang sama. Sebagai contoh, KFC, celana, Levi’s Hamburger melanda pasar di mana-mana. e. Globalisasi perdagangan. Dampak Globalisasi Di bidang Politik Globalisasi juga berpengaruh dalam bidang politik di Indonesia. Hal itu antara lain tampak dari beberapa hal berikut ini. Pertama, perusahaan-perusahaan multinasional baru akan menanamkan modalnya di Indonesia kalau pemerintah mematuhi syarat-syarat mereka. Banyak pihak khawatir, Negara (pemerintah) lebih takluk kepada mereka daripada aspirasi rakyatnya sendiri. Demi kepentingan investasi asing, misalnya, suara rakyat diabaikan. Negara menjadi lebih takluk pada pihak yang tidak memilihnya (pemodal itu) daripada rakyat yang telah memilihnya. Hal ini mengancam demokrasi. Contoh: pemerintah bisa membebaskan lahan mesyarakat dengan ganti rugi yang kecil, agar pemodal asing bisa beropersi;pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk lepentingan para buruh; lahan warga bisa digusur untuk pembangunan mall mewah pihak asing. Kedua, dunia internasional memantau jalannya demokrasi di Indonesia. Praktek demokrasi yang tidak sejalan dengan prinsip demokrasi universal niscaya mengurangi kredibilitas pemerintah. Ketiga, masalah Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia mendapat sorotan dunia Internasional. Ada kasus HAM di Aceh, Papua, Atambua, dan Poso. Kita tidak dapat menghindarkan diri dari campur tangan internasional. Tidak hanya karena di sana terkait dengan korbanwarga Negara asing, tetapi karena dalam peristiwa-peristiwa itu hak asasi manusia dilanggar. Kebijakan penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di Timor-Timur pada masa lalu lewat pengadilan Indonesia, misalnya, tidak terlepas dari campur tangan dunia internasional. Keempat, dulu masalah dalam negeri kita anggap sebagai masalah kita saja. Dalam era globalisasi ini, masalah dalam negeri bisa menjadi masalah internasional. Bencana alam dan ketidakadilan yang menimpa orang-orang di belahan bumi lain tidak lagi dianggap melulu sebagai bencana mereka, melainkan menjadi bencana bersama. Karenanya, memerlukan kerjasama internasional untuk memecahkannya. Contoh : bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogyakarta dan Klaten, wabah flu burung di sejumlah tempat di Indonesia. Itu semua telah menjadi peristiwa internasional. Karenanya, banyak pihak dari Manca Negara ikut serta mengatasinya dengan memberikan bantuan. Dalam hal ini, pemerintah harus membuat kebijakan yang memungkinkan adanya kerjasama dengan pihak asing dalam penanganan berbagai bencana tersebut. Dampak Globalisasi Di Bidang Sosial-Budaya Globalisasi juga berdampak dalam kehidupan sosial-budaya. Berkat globalisasi, banyak nilai-nilai kehidupan dari bangsa lain masuk ke dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Itu tidak terlepas dari perkembangan pesat 3T (Transporatasi, Telekomunikasi, dan Teknologi). Hal itu bisa memperkaya bangsa kita, tetapi juga mengancam identitas. Sebagai contoh, sebagian generasi muda kini tidak lagi tertarik terhadap kesenian derah. Anak-anak mudah lebih sering ke diskotik daripada menonton tarian daerah; lebih suka makan di restoran mahal daripada makan masakan ibu sendiri (padahal mutu makanannya sama); lebih suka makan di restoran asing daripada restoran local; lebih suka music barat daripada music dalam negeri. Kalian bisa menilai sendiri minat teman-teman kalian terhadap kebudayaan daerahnya. Begitu pula, gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan, telah berubah mengikuti perkembangan mode dunia. Remaja putrid di kota-kota besar cenderung memakai pakaian ketat, ala artis. Kebiasaan seperti itu mereka tiru dari film-film dan majalah-majalah luar negeri serta sinetron-sinetron Indonesia. Derasnya arus inforamasi, yang juga ditandai dengan hadirnya, turut serta ‘menyumbang’ perubahan gaya hidup kaum mudah. Mereka yang tidak mengikuti irama globalisasi dicap ‘primitif’ atau ‘ketinggalan zaman’. Anak mudah pun cenderung berlomba-lomba mengambil semua nilai dan gaya hidup barat. Padahal, belum tentu gaya hidup tersebut baik. Yang jelas, globalisasi menghasilkan keseragaman di mana-mana. Hal itu merupakan tantangan serius terhadap keragaman budaya dunia. Selain itu, berkembang pesatnnya perdagangan berarti berbagai produk luar negeri (makana, barang-barang elektronik, telepon seluler, pakaian) mengalir ke Indonesia. Mereka datang dengan iklan yang canggih dan strategi pemasaran yang agresif. Kita pun tergoda. Contoh: banyak anak muda kita merayakan ultah di hotel, menikmati segelas coklat di kafe, atau sekadar nongkrong di mal, gonta-ganti HP (meskipun yang lama masih bisa dipakai untuk berkomunikasi). Ada orang yang bahkan pergi belanja ke luar negeri. Ada masalah di sini. Yaitu, bangsa kita menjadi bangsa yang konsumtif. Artinya, orang bergaya hidup itu bukan karena mereka sungguh-sungguh membutuhkannya; melainkan, karena terpengaruh iklan dan gaya hidup orang lain. Dengan kata lain, kita mebeli produk tertentu bukan karena kita sungguh-sungguh membutuhkannya, melainkan Karena ditawarkan.contoh: meskipun hand-phone kita masih berfungsi dengan baik, kita membeli model terbaru; biar kelihatan sama dengan orang Barat atau orang kota. D. Menyikapi Dampak Globalisasi Bagi Bangsa Indonesia Peluang Globalisasi Bagi Indonesia Globalisasi membawa peluang bagi Negara-negara, termasuk Indonesia. Peluang-peluang ini, kalau disikap dengan baik, akan meningkatkan kesejahteraan. Beberapa peluang itu antara lain, seperti diuraikan berikut ini. a. Peluang pasar bebas. Globalisasi membuat harga dan mutu berbagai produk akan bersaing di pasar internasional. Agar produk yang sama laku di pasar internasional, masing-masing Negara akan berlomba-lomba menaikkan mutu dan menurunkan harga. Produk yang paling murah dan bermutu akan paling banyak dibeli. Ini menguntungkan tidak saja Negara, tetapi juga Negara-negara berkembang . b. Peluang ekspor. Ekspor membuka peluang pasar yang baru di luar negeri. Ini tidak hanya berlaku bagi pengusaha-pengusaha besar, tetapi juga pengusaha kecil di pedesaan. Terbuka pasar ekspor tanaman hias di beberapa Negara Asia Timur, misalnya, telah menumbuhkan perekonomian dan kesempatan kerja di daerah pedesaan Cianjur dan Sukabumi. Fakta menunjukkan, Negara yang berorientasi ekspor (seperti Korea Selatan) lebih maju perekonomiannya yang hanya mengimpor. c. Modal pembangunan (capital Inflow) Kesalingterhubungan dan kesalingtergantungan antarnegara berarti juga memungkinkan Indonesia meminta bantuan modal pembangunan dari negara-nagara lain. Indonesia telah banyak meminjam bantuan modal dari berbagai negar dan berbagai lembaga keuangan internasional, seperti International Monetary Fund (IMF), bank dunia (world Bank), Negara-negara kelompok G-8 (G-8 Group: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jepang, Perancis, Rusia, Belanda,Jerman). d. Membuka lapangan kerja. Kaburnya sekat pembatas antara negara memungkinkan berbagai perusahaan mancanegara beroperasi di Indonesia. Ada banyak perusahaan, dengan banyak bidang seperti pabrik sepatu, pakaian, arlogi, restoran, pusat perbelanjaan. Bagi masyarakat, hal itu menambah kesempatan kerja yang juga berarti mengurangi pengangguran. Selain itu, pekerja-pekerja Indonesia pun bisa mencari kerja di luar negeri, asalkan memenuhi syarat Negara penerima. Kita punya banyak TKI dan TKW di banyak Negara. Pekerja professional kita di Negara lain pun banyak. Hal yang sama terjadi pada pemilik modal Indonesia yang ingin berinvestasi di luar negeri. Itu sangat mungkin di era globalisasi ekonomi ini. e. Mengurangi pinjama dan menambah pendapatan Negara. Bagi pemerintah, hadirnya investasi asing menentukan sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, investasi asing menutupi kekurangan modal sehingga tak harus memperoleh pinjaman luar negeri dalam jumlah besar. Kedua, investasi asing menambah pendapatan Negara dari pajak. Hal itu secara tidak langsung ikut menyejahterahkan rakyat Indonesia; sebab pajak itu digunakan untuk membangun sarana-prasarana dasar rakyat. Tantangan Globalisasi Bagi Indonesia Selain memunculkan berbagai peluang, globalisasi juga melahirka sejumlah tantangan. Beberapa tantangan itu antara lain Sebagaimana diuraikan berikut ini. a. Pasar bebas yang timpan. Dalam kenyataan, apa yang dicita-citakan oleh pasar bebas jarang terbukti. Negara kaya tetap kaya, Negara miskin tetap miskin bahkan semakin miskin. Mengapa? Pertama, masih banyak Negara yang melindungi produk ekspor negaranya dengan memberikan subsidi dan bea masuk yang tinggi. Kedua, Negara-negara yang mengkampanyekan pasar bebas bersikap ganda: disatu sisi, mereka melarang Negara lain memberikan subsidi dan bea masuk untuk berbagai produk negaranya, di sisi lain mereka sendiri memberika subsidi bagi para petaninya. b. Perusahaan Multinasional mengancam pengusaha kecil. Hadirnya perusahaan multi nasional mengancam pedagang atau pengusaha kecil di pasar tradisional. Beginilah penjelasannya: perusahaan-perusahaan itu dating dengan modal besar. Mereka bisa membangun pusat perbelanjaan yang mewah seperti Carrefour, Giant, Indomart, Alfa. Jenis barang yang mereka jual sama dengan di pasar tradisional: daging, pakaian, beras, barang kosmeti dan lain-lain. Ruangan yang nyaman, kemasan yang bagus, kualitas terjamin, sarana hiburan, membuat masyarakat lebih memilih berbelanja di sana daripada pasar tradisional. Pasar tradisional pun terancam sepi pengunjung; belum lagi kalau pusat perbelanjaan multinasional beroperasi di kota-kota kecamatan. c. Perusahaan multinasional menekan kaum buruh. Perusahaan multi nasional yang hendak beroperasi di Indonesia sering kali menuntut syarat-syarat tertentu. Tujuannya, agar biaya produksi rendah dan keuntungan rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktrur yang memadai, iklim usaha dan politik yang mendukung. Pusat perhatian kita adalah upah buruh yang murah. Berhadapan dengan syarat-syarat itu, pemerintah sering kali tidak bisa berbuat banyak ketika para buruh menuntut kenaikan upah. d. Pelarian modal (capital outflow) dan pengangguran. Perusahaan-perusahaan multinasional sewaktu-waktu bisa memindahkan tempat operasi perusahaannya ke Negara mana saja hal ini biasanya terjadi karena iklim investasi di Negara kita tidak menguntungkan. Misalnya, karena situasi politik tidak mendukung, banyak pungutan tidak resmi (pungutan liar), pajak tinggi, pasar kurang menarik, dan sebagainya. Selain Karena penerimaan pajak berkurang, situasi seperti ini mengakibatkan para buruh atau karyawannya kehilangan lapangan kerja. Pengangguran biasanya menimbulkan masalah-masalah sosial yang tidak sedikit. E. Menyikapi Peluang dan Tantangan Globalisasi Globalisasi tidak dapat dielakkan. Tetapi, globalisasi bisa dihadapi dengan strategi tertentu. Menurut Joseph E. Stiglitz, peraih nobel bidang ekonomi tahu 2001, strategi menghadap globalisasi adalah mengelola globalisasi. Terkait dengan upaya mengelola globalisasi, ada upaya-upaya konkret yang bisa dilakukan Indonesia. Upaya-upaya itu dipaparkan dalam uraian berikut ini. Pertama, dari segi ekonomi. Upaya-upaya diplomasi diarahkan pada usaha memanfaatka peluang dan mengtasi tantangan yang timbul dari aru globalisasi untuk kepentingan nasional. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan perluasan akses pasar untuk meningkatkan ekspor nonmigas; mengupayakan meningkatnya arus investasi asing dan kerjasam dan keuangan; serta mengembangkan kerjasama teknik dan jasa ekonomi dalam mendukung upaya pembangunan dan pemulihan ekonomi nasional. Pelaksanaannya telah dilakukan secara serentak melalui pendekatan global, regional, intra-regional, dan bilateral. Kedua, dari segi politik. Indonesia tetap perlu menjalankan politik luar negeri yang mengandalkan prinsip-prinsip kerjasam internasional, saling menghormati kedaulatan nasional, dan menjunjung tinggi prinsip “tidak mencampuri urusan dalam negeri suatu Negara” (non-interference) Ketiga, dalam konteks nasional. Politik luar negeri Indonesia harus tetap ditujukan untuk menjaga keutuhan wilayah nasional, perstuan bangsa serta stabilitas nasional dalam menghadapi permasalahan di dalam negeri. Politik luar negeri Indonesia juga perlu terus diabdikan untuk menunjang kesejahteraan umum dan pemulihan total ekonomi nasional. Keempat, dalam konteks bilateral. Indonesia berupaya untuk memantapkan dan meningkatkan hubungan bilateral dengan Negara-negara sahabat. Juga, terus mempelajari kemungkina membangun hubungan bilateral dengan Negara-negara yang dinilai berpotebsi mebantu upaya mencapai kepentingan nasional Indonesia. Kelima, dalam konteks regional. Indonesia mendukung pemulihan perekonomian Asia Tenggara. Hal itu dilakukan dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai langkah ASEAN. Tetap memainkan peran kepemimpinan di ASEAN serata menjaga kekompakan sesama ASEAN. Keenam, dalam konteks global. Indonesia tetap menaruh harapan besar pada PBB. Indonesia tetap meyakini keabsahan institusi ini sebagai satu-satunya lembaga multilateral yang paling kompeten mengambil keputusan penting yang bersifat mendunia. Selain keenam hal itu, hal lain yang sangat penting dilakukan adalah tidak lagi mengandalkan pada keunggulan komperatif seperti jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan lain-lain. Melainkan, makin meningkatkan keunggulan kempetitif, berupa peningkatan mutu sumber daya manusia. BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasan research ini, kita dapat menyimpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses kesalingterkaitan dan kesalingtergantungan antara negara yang tidak bisa dielakkan dalam segala bidang (ekonomi, politik, dan sosial-budaya), yang membawa peluang sekaligus tantangan. Di mana dalam proses ini mencakup berbagai aspek antara lain, seluruh kegiatan ekonomi, politik, dan sosial-budaya dapat melintasi batas-batas Negara. Hal itu menyebabkan batas antara persoalan dalam negeri, dan persoalan global menjadi kabur. Globalisasi menyebabkan dampak-dampak dari berbagai bidang, baik itu dampak positif maupun dampak negative bagi bangsa Indonesia. Munculnya proses globalisasi dapat membawa peluang serta tantangan yang harus dihadapi oleh setiap Negara, termasuk Indonesia. B. Kritik dan Saran a. sebagai generasi penerus bangsa, marilah kita menjadi insan yang mandiri, kreatif, dan bermoral agar terciptanya insan yang dapat memajukan negeri ini; b. dalam membuat karya tulis ilmiah, usahakanlah untuk menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti: c. teori yang dikaji dalam sebuah makalah harus tersusun secara sistematis agar pembaca dapat mengerti teori yang dikaji oleh penyusun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar